- Papan Terminal
- Penghalang Keamanan Terisolasi
- Pengisolasi Sinyal
- Perangkat Pelindung Lonjakan Arus
- Relai Pengaman
- Modul I/O Cerdas Terisolasi
- Gerbang Cerdas
- Transceiver Optik Data Industri
- Analisis Titik Embun Online
- Modul Akuisisi Data
- Konverter data HART
0102030405
PHD-12TF-299 PHD-22-2929
Ringkasan
Penghalang pengaman terisolasi dengan input dan output transistor mentransmisikan sinyal input dari kontak sakelar atau sakelar kedekatan di area berbahaya melalui penghalang pengaman secara terisolasi ke area aman dengan output transistor. Input mengontrol output transistor pasif dengan karakteristik resistif. Output memiliki empat keadaan yang ditentukan: resistansi alarm korsleting ≤ 240 Ω, sinyal 1 1,4KΩ ≤ nilai resistansi ≤ 1,6KΩ, sinyal 0 13KΩ ≤ nilai resistansi ≤ 14KΩ, dan resistansi alarm putus > 100KΩ. Karakteristik output ini bereaksi terhadap keadaan saluran pada jalur sinyal. Sakelar DIP modul digunakan untuk mengatur input dan output dalam arah yang sama atau kontrol terbalik, serta untuk mengatur fungsi indikasi alarm kesalahan saluran. Produk ini memerlukan catu daya independen, dengan catu daya, input, dan terminal output yang terisolasi.
| Spesifikasi | |
| Masukan di area berbahaya | |
| Sinyal masukan | Kontak sakelar/sakelar kedekatan |
| Tegangan suplai sensor | Sekitar 8V |
| Tingkat peralihan | ≤5kHz |
| Karakteristik input/output: | |
| Input arus di lokasi | Jika >2,1mA, output tertutup, menandakan ON; Saat |
| Transisi status input dan sakelar alarm: | Ketika saklar putar K1 dan K3 berada pada posisi "ON", keadaan keluaran akan berlawanan dengan keadaan masukan. Ketika sakelar putar K1 dan K3 berada pada posisi "OFF", keadaan keluaran konsisten dengan keadaan masukan. Ketika sakelar putar K2 dan K4 berada pada posisi "ON", rangkaian akan memilih fungsi alarm lampu indikator merah LFD. |
| Keluaran di area aman | |
| Sinyal keluaran | Transistor (resistor), tegangan tahan maksimum ≤ 30V DC |
| Karakteristik keluaran | Saat tegangan catu daya eksternal 8V, resistansi alarm hubung singkat adalah ≤240Ω, 1- sinyal 1,4kΩ≤ resistansi ≤1,6kΩ, 0- sinyal 13kΩ≤ resistansi ≤14kΩ, Resistansi alarm rangkaian terbuka > 100kΩ |
| Parameter dasar | |
| Tegangan suplai | Tegangan DC 20~35V |
| Konsumsi daya | Catu daya 24V, saat transistor dihidupkan |
| Indikator LED | Hijau: Indikator daya Kuning: Kondisi kerja normal Merah: Indikasi LFD, alarm gangguan saluran |
| Parameter suhu | Suhu kerja: -20℃ ~ +60℃, Suhu penyimpanan: -40℃ ~ +80℃ |
| Kelembaban relatif | Kelembapan relatif 10%~95% tanpa kondensasi |
| Kekuatan isolasi | Antara sisi yang aman secara intrinsik dan sisi yang tidak aman secara intrinsik (≥3000VAC/menit) |
| Resistansi isolasi | ≥100MΩ (antara input/output/catu daya) |
| EMC | Menurut IEC 61326-1 (GB/T 18268), IEC 61326-3-1 |
| Persyaratan kabel | Luas penampang ≥ 0,5 mm²; Kekuatan isolasi ≥ 500 V |
| Peralatan lapangan yang berlaku | Peralatan lapangan seperti kontak kering atau input sakelar kedekatan tipe NAMUR yang sesuai dengan standar DIN19234. |
| Tempat pemasangan | Jika dipasang di zona aman, alat ini dapat dihubungkan ke instrumen keselamatan intrinsik di area berbahaya hingga Zona 0, IIC, Zona 20, dan IIIC. |
| Sertifikasi aman | |
| Tanda tahan ledakan | [Ex ia Ga] IIC [Ex ia Da] ⅢC |
| Standar tahan ledakan | GB/T 3836.1-2021 GB/T 3836.4-2021 |
| Terminal 3-4, 1-2 | Um: 250V AC/DC, Uo=10.5V DC, Io=15mA, Po=39,4W,Co=1,7μF,Lo=165mH. |
| Badan sertifikasi | CQST (Pusat Pengawasan dan Pengujian Mutu Nasional Tiongkok untuk Produk Listrik Tahan Ledakan) |

Catatan: 1. PHD-12TF-299 tidak memiliki output 2. 2. Catu daya rel daya merupakan fungsi opsional. Pengguna perlu menentukan mode catu daya saat memesan. Silakan lihat lampiran di halaman 101.
Deteksi Gangguan Saluran
Pengguna dapat memilih sisi "ON" dari sakelar di bagian atas modul untuk mengaktifkan fungsi deteksi kesalahan dan menunjukkan alarm melalui lampu LED merah. Arus input di lokasi >7mA, alarm korsleting (SC); Arus input di lokasi













